Pemkab Lumajang Bangun Model Tata Kelola Kolaboratif dalam Pengembangan Pariwisata Daerah



Lumajang,monitorjatim.com-Pengembangan pariwisata saat ini tidak lagi dapat dilakukan oleh satu pihak atau satu sektor saja. Keberhasilan sebuah destinasi maupun event pariwisata sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Prinsip tersebut menjadi salah satu pendekatan yang terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pengembangan sektor pariwisata daerah, termasuk melalui penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu 2026 yang telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026), menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata modern membutuhkan tata kelola yang kolaboratif agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Menurutnya, pariwisata bukan hanya tentang penyelenggaraan sebuah acara atau pengelolaan destinasi wisata, melainkan sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak dengan peran yang saling melengkapi.

“Pariwisata tidak bisa dikelola secara parsial. Kunci keberhasilan ada pada integrasi antaraktor dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu, Pemerintah Kabupaten Lumajang membangun sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah pusat, pelaku seni budaya, media, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena setiap pihak memiliki kontribusi yang berbeda dalam mendukung kualitas penyelenggaraan event sekaligus memperluas manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan.

Menurut Patria, keberhasilan sebuah event pariwisata saat ini tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya daerah, serta meningkatkan citra destinasi di tingkat yang lebih luas.

Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai bagian dari penguatan posisi Segoro Topeng Kaliwungu dalam Kharisma Event Nusantara.

Ia menilai, dukungan dan sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ketika pemerintah, masyarakat, komunitas, media, dan pelaku usaha bergerak bersama, maka pariwisata akan tumbuh lebih kuat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya diposisikan sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat identitas daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Lumajang di tingkat nasional.(Editor MJ)

0 Response to "Pemkab Lumajang Bangun Model Tata Kelola Kolaboratif dalam Pengembangan Pariwisata Daerah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel